Kamis, 19 November 2015

MATERI KARANGAN



KARANGAN

A.   Pengertian Karangan

            Karangan adalah penjabaran suatu gagasan secara resmi dan teratur tentang suatu topik atau pokok bahasan. Setiap Karangan yang ideal pada prinsipnya merupakan uraian yang lebih tinggi atau lebih luas dari alinea (Lamuddin Finoza, 2009:234). Senada dengan pendapat di atas, E. Kosasih (2003:26), menjelaskan bahwa Karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karangan diartikan pula dengan rangkaian hasil pemikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur.
            Pendapat lain dinyatakan Widyamartajaya (1979:9) mengatakan bahwa Karangan itu merupakan ungkapan jiwa manusia yang hendak disampaikan kepada orang lain dan terjadi suatu proses berfikir. Kegiatan mengarang dapat terjadi karena ada maksud atau tujuan dari pengarang dengan melalui tahapan dalam pembuatannya.
            Poerwordarmita (1984:445), mengungkapkan bahwa Karangan merupakan uraian tentang sesuatu hasil, dengan demikian pengertian Karangan atau tulisan dapat kita batasi sebagai rangkaian kalimat yang logis, padu, sistematis, yang berisi pengalaman, pikiran atau pelukisan tentang objek suatu peristiwa atau masalah.

Jenis-Jenis Karangan
  1. Karangan Narasi
Karangan yang bertujuan untuk menceritakan atau menguraikan suatu urutan kejadian atau peristiwa secara kronologis. Perincian peristiwa dan urutan waktu manjadi bagian penting yang harus diperhatikan dalam karangan naratif. Terdapat tiga unsure utama yang harus diperhatikan diantaranya tokoh, kejadian, dan latar (ruang dan waktu).
  1. Karangan deskripsi
Merupakan karangan yang berisi tentang penggambaran sesuatu, serta bersifat tata ruang dan tata letak. Karanga deskriptif bertujuan untuk membuat pembaca seakan – akan berada di tempat kejadian, ikut merasakan, mengalami, melihat, dan mendengar mengenai suatu tempat atau peristiwa. Tujuan lainnya ialah menjelaskan sebuah objek secara terperinci tanpa adanya pengaruh pendapat pengarang di dalamnya.
  1. Karangan eksposisi
Karangan yang berisi pemaparan atau informasi mengenai sesuatu tanpa harus memberikan kesimpulan. Pembahasan dalam karangan ini hanya tertuju pada suatu objek. Dalam karangan eksposisi permasalahan ditampilkan melalui data, fakta, contoh, dan sebagainya.
  1. Karangan argumentasi
Karangan yang bertujuan untuk membuktikan kebenaran suatu pendapat atau kesimpulan dengan didukung data – data atau fakta – fakta sebagai alasan atau buktinya. Karangan argumentative berisi opini untuk memengaruhi, membujuk, atau meyakinkan pembaca dengan adanya kesimpulan. Data dan fakta yang digunakan untuk menyusun karangan argumentative dapat diperoleh melalui wawancara, angket, observasi, penelitian lapangan, atau penelitian kepustakaan.
  1. Karangan persuasi
Merupakan karangan yang berisi ajakan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek baik yang meyakinkan. Persuasi juga merupakan tulisan yang berisi ajakan untuk melakukan sesuatu.

B.   Karya Ilmiah, Semi Ilmiah dan Non Ilmiah

1.      Karya Ilmiah
            Karangan / karya ilmiah adalah biasa disebut karya ilmiah, yakni laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

            Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

Ciri-ciri karya ilmiah :
a.       Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (factual objektif). Artinya sesuai dengan objek yang diteliti.
b.      Bersifat metodis dan sistematis.
c.       Menggunakan ragam bahasa ilmiahyang baku dan formal, bahasanya bersifat lugas agar tidak menimbulkan penafsitan dan makna ganda.

Jenis karya ilmiah menurut penggunaannya, yaitu :
1. Karya Ilmiah Pendidikan
Karya Ilmiah pendidikan digunakan untuk tugas meresume pelajaran, serta persyaratan mencapai suatu gelar pendidikan, karya ilmiah terdiri dari :
a.       Paper ( Karya Tulis)
b.      Pra Skripsi
c.       Skripsi
d.      Thesis
e.       Desrtasi

2. Karya Ilmiah Penelitian
Karya ilmiah penelitian terdiri dari:
a.       Makalah seminar
b.      Laporan hasil penelitian
c.       Jurnal Penelitian

Tujuan karya ilmiah, antara lain:
a.       Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
b.      Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
c.       Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
d.      Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
e.       Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

2.      Karya Semi Ilmiah
     Karya tulis semi ilmiah merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan yang ditulis dengan bahasa konkret dan formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya. Karya tulis ini juga merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan dalam karya tulis ini. Karya tulis semi ilmiah biasanya digunakan dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.

Ciri-ciri karya semi ilmiah :
a.       Emotif, kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari  keuntungan dan sedikit informasi.
b.      Persuasif, penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
c.       Deskriptif, pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
d.      Kritik tanpa dukungan bukti.
e.       Ditulis berdasarkan fakta pribadi
f.       Fakta yang disimpulkan subyektif
g.      Gaya bahasa formal dan popular
h.      Mementingkan diri penulis

3.      Karya Non Ilmiah
     Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).

Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah, yaitu:
a.       Ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b.      Fakta yang disimpulkan subyektif,
c.       Gaya bahasa konotatif dan populer,
d.      Tidak memuat hipotesis,
e.       Penyajian dibarengi dengan sejarah,
f.       Bersifat imajinatif,
g.      Situasi didramatisir,
h.      Bersifat persuasif.
i.        Tanpa dukungan bukti

Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah, yaitu:
a.       Dongeng
b.      Cerpen
c.       Novel
d.      Drama
e.       Roman

Daftar Pustaka
§  https://id.wikipedia.org/wiki/Karangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar