Kamis, 26 November 2015

BIBLIOGRAFI


BIBLIOGRAFI


A.      Pengertian Bibliografi

            Bibliografi adalah sebuah daftar pustaka yang mencangkup isi dan deskripsi sebuah buku, hal tersebut meliputi, judul, pengarang, edisi, cetakan, kota penerbit, nama penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, ukuran tinggi buku dan ISBN.
            Bibliografi/bib·li·o·gra·fi/ n daftar buku atau karangan yang merupakan sumber rujukan dari sebuah tulisan atau karangan atau daftar tentang suatu subjek ilmu; daftar pustaka. (KBBI)
            Kata bibliografi berasal dari bahasa Yunani dengan akar kata Biblion: yang berarti buku dan Graphein: yang berarti menulis, maka kata Bibliografi secara harfiah berarti penulisan buku. Dalam hal ini maka bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.

B.      Fungsi Bibliografi

            Bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu. Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai. Dengan menerbitkan suatu bibliografi, pustakawan dapat menawarkan koleksinya kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan. Dengan demikian maka, bibliografi dapat digunakan sebagai:
·         Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan.
·         Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan.
·         Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian tertentu, dan sebagainya.

C.      Unsur-unsur Bibliografi

Pokok yang paling penting yang harus dimasukkan dalam sebuah bibliografi adalah:
1.      Nama penulis, yang dikutip secara lengkap.
                Untuk penulis-penulis asing nama keluarga diletakan paling depan. Hal ini menentukan urutan huruf dalam daftar pustaka. Untuk penulis Indonesia yang menentukan urutan alfabetisnya ialah huruf pertama. Nama sendiri.
                Jika penulis terdiri dari dua atau tiga orang, semua nama dicantumkan. Jika penulis lebih dari tiga orang ditulis singkatan et. al. (dan kawan-kawan/dkk).
                Jika dalam sumber bacaan terdapat beberapa tulisan yang di tulis oleh penulis yang sama maka sumber bacaaan itu disusun berurutan. Nama penulis hanya ditulis  urutan pertama, karya urutan kedua dan sterusnya tidak ditliskan tetapi diganti dengan garis sepanjang tujuh ketkan. Nama penulis meupun garis, diakhiri dengan titik.

2.      Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
     Cara menuliskan judul buku pada catatan kaki sama dengan cara menuliskan di daftar pustaka. Judul tulisan ketik dengan huruf kapital untuk setiap awal kata kecali kata tugas. Judul buku diletakan diantara tanda kutip dan diakhiri dengan tanda koma. Judul buku diketik dengan dengan jarak dua ketukan dari tanda titik di belakang nama penulis.

3.      Data publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke-berapa, nomor jilid, dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
    Data publikasi dimulai dengan tempat penerbitan dan akhiri dengan titik dua, kemudian dengan jarak satu sela ketukan dilanjutkan dengan nama badan penerbit, ditutup dengan koma, sela satu ketukan kemdian diikuti tahun penerbitan yang ditulis dengan angka arab dan diakhiri dengan titik. Jarak data publikasi dengan judul dua sela ketukan.

4.      Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid. nomor dan tahun.
     Dalam daftar pustaka nama buku atau nama majalah dengan cara yang sama dengan judul tulisan yaitu dengan huruf kapital untuk setiap awal kata dan diberi garis bawah. Nama buku diakhiri dengan tanda titik, tetapi untuk nama majalah diakhiri dengan tanda koma.

D.      Macam-macam Bibliografi

§  Buku-buku dasar : buku yang dipergunakan sebagai bahan orientasi umum mengenai pokok yang digarap itu.
§  Buku-buku khusus : yaitu buku-buku yang dipakai oleh penulis untuk mencari bahan-bahan yang langsung bertalian dengan pokok persoalan yang digarap.
§  Buku-buku pelengkap : buku-buku yang topiknya lain dari topik yang digarap penulis.
§  Bibliografi universal termasuk catalog tercetak dari perpustakaan nasional yang besar
§  Bibliografi nasional
§  Bibliografi niaga termasuk cantuman perdagangan buku serta catalog niaga
§  Bibliografi selektif atau elektif
§  Bibliografi incunabula(buku langka)
§  Bibliografi karya anonym dan pseudonym
§  Senarai majalah termasuk daftar majalah yang masih terbit, senarai majalah retrospektif dan daftar lokasi
§  Daftar tesis
§  Bibliografi subjek termasuk indks dan abstrak
§  Bibliografi pengarang
§  Bibliografi dari bibliografi

E.      Penyusunan Bibliografi
·         Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
·         Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad.
·         Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan referensi, untuk referensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
·         Jarak antara baris dengan baris untuk satu referensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
·         Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.

F.     Manfaat Bibliografi
                Pencatatan informasi mengenai koleksi perpustakaan dalam bentuk bibliografi dilakukan dengan berbagai alasan antara lain:
  •  Jumlah koleksi perpustakaan yang semakin meningkat bentuk dan bidang kajiannya
  • Kebutuhan informasi para pengguna yang semakin beragam dan meningkat jumlahnya
  • Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran informasi yang cepat dan tepat
G.     Contoh Bibliografi

§  Tiada Pengarang.
A Wolf of Strangers: Order and Action in Urban Public Space. (1999). 2nd .ed. New York.: Basic Book.

§  Satu Pengarang
Kundur, P. Power System Stability.(1994). New York: McGraw-Hill.

§  Dua Pengarang
Lofland, L. & Taylor, I. (1999). The New Criminology: For a Social Theory of Deviance. New York: Harper & Row.

§  Tiga Pengarang
Anderson, P.M., Fouad, A.A., & Kundur, P. (2002). 2nd .ed. Power System Control and Stability. New York. John Wiley.

§  Lebih Daripada Tiga Pengarang
Esnan Ab. Ghani, et.al. (2003) Oil Palm Fruit Grading Manual. Selangor: Penerbit MPOB.
Hard, D.W. et. al. (1997). Introduction to Power Electronics. Upper Salder River: Prentice Hall.

§  Buku Terjemahan
Rank, O. (1932). Psychology and The Soul (William Turner, Trans.) Philadelphia: University of Philadephia Press.

§  Agensi Sebagai Penulis
Jabatan Statistik Negara. (2003). Bancian Penduduk Negara Mengikut Umur dan Jantina, Jun 2003. Kuala Lumpur: Penulis

Sumber:
·         http://kbbi.web.id/bibliografi
·         ati@staff.gunadarma.ac.id


Kamis, 19 November 2015

BIOGRAFI LILYANA NATSIR

Lilyana Natsir

Sosok Lilyana Natsir pasti sudah tidak asing bagi penggemar bulutangkis. Ia adalah pebulutangkis wanita hebat asal Indonesia. Lilyana merupakan pebulutangkis Indonesia spesialis Ganda Campuran yang berpasangan dengan Tontowi Ahmad. Lilyana merupakan pebulutangkis wanita dan pebulutangkis pertama asal Indonesia yang merebut title Juara Dunia Bulutangkis pada ajang Kejuaraan Dunia yaitu sebanyak 3 kali pada tahun 2005, 2007 (berpasangan dengan Nova Widiyanto) dan 2013 (berpasangan dengan Tontowi Ahmad).

Kehidupannya

            Lilyana Natsir lahir di Manado, Sulawesi Utara, 9 September 1985. Lilyana merupakan anak bungsu dari pasangan Beno Natsir dan Olly Maramis. Dia memiliki seorang kakak perempuan yang bernama Calista Natsir. Sejak duduk di sekolah dasar, Lilyana sudah bergabung dengan klub bulu tangkis Pisok, Menado. Pada tahun 1997, Lilyana yang berusia 12 tahun diterima masuk di PB Tangkas, Jakarta.
            Keseriusannya di dunia bulutangkis mulai tampak ketika berusia 12 tahun. Saat itu pebulutangkis yang juga akrab disapa Liliyana itu memutuskan pindah ke Jakarta untuk bergabung dengan klub PB Tangkas di Jakarta. Tiga tahun sesudahnya, ia sukses masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas). Kala itu, Lilyana menjadi atlet paling kecil di klub. Para seniornya di klub, yang kebanyakan dari suku Batak, memanggilnya dengan nama kesayangan Butet.
            Lilyana hanya lulusan SD karena saat lulus SD Lilyana langsung pindah ke Jakarta untuk bergabung dengan klub PB Tangkas.

Karir
           
            Dalam perbulutangkisan, Lilyana awalnya bermain pada sektor Ganda Putri bersama Eny Erlangga dan Vita Marissa. Saat bersama Eny Erlangga berhasil mendapat Medali Perak pada ajang Sea Games tahun 2003 dan bersama Vita Marissa berhasil mendapat Medali Emas pada ajang Sea Games 2007, menjuarai China Masters Super Series 2007 dan menjuarai Indonesia Open Super Series 2008.
            Pada sektor Ganda Campuran, saat ini Lilyana berpasangan dengan Tontowi Ahmad yang merupakan Ganda Campuran ranking 2 dunia menurut BWF. Bersama Tontowi, Lilyana berhasil menjadi Juara Dunia Bulutangkis pada Tahun 2013 di Ghuangzou, RRC, yang saat itu melawan dengan pasangan asala RRC, Xue Chen/Ma Jin dengan melewati 3 babak yang sangat ketat dengan skor 21-13, 16-21, 22-20. Menjadi juara All England tiga tahun berturut-turut (2012-2014) dan meraih Medali Perak pada ajang Asian Games pada tahun 2014 di Korea Selatan. Sebelum bersama Tontowi, Lilyana berpasangan dengan Nova Widiyanto. Bersama Nova, Lilyana berhasil meraih Medali Perak pada ajang Olimpiade tahun 2008 di Beijing, RRC dan meraih Juara Dunia Bulutangkis pada tahun 2005 dan 2007. Ranking tertinggi bersama Nova Widianto yaitu Ranking 1 dunia.  Lilyana juga pernah berpasangan dengan Markis Kido dan Muhammad Rijal.

Mengharumkan Nama Indonesia di Kancah Dunia.

            Lilyana berhasil mengharumkan Indonesia di Kancah Internasional lewat olahraga bulutangkis. Tidak dengan mudah perjuangan Lilyana untuk mengharumkan nama Indoensia, butuh latihan, kesungguhan yang sangat keras dan kedisiplinan yang kuat. Lilyana berani untuk mengorbankan pendidikannya demi bulutangkis. Sudah banyak yang ia Juarai. Berikut beberapa prestasi yang didapatkan oleh Lilyana selama karir bulutangkisnya:
Ganda Putri
·         Juara SEA Games 2007 (Bersama Vita Marissa)
·         Juara China Masters Super Series 2007 (Bersama Vita Marissa)
·         Juara Indonesia Open Super Series 2008 (Bersama Vita Marissa)
Ganda Campuran
Bersama Nova Widiyanto
·  Juara Singapore Open Super Series 2004
·  Juara BWF World Championships 2005
·  Juara SEA Games 2005
·  Juara Indonesia Open 2005
·  Juara Asian Badminton Championships 2006
·  Juara Singapore Open Super Series 2006
·  Juara Chinese Taipei Open GP Gold 2006
·  Juara Korea Open Super Series 2006
·  Juara Hongkong Open Super Series 2007
·  Juara Philippines GP Gold 2007
·  Juara BWF World Championships 2007
·  Juara SEA Games 2007
·  Medali perak Olimpiade Beijing 2008
·  Juara Singapore Open Super Series 2008

Bersama Tontowi Ahmad
  • Juara Macau Open GP Gold 2010
  • Juara Indonesia Open GP Gold 2010
  • Juara Yonex Sunrise India Open Super Series 2011
  • Juara Malaysia Open GP Gold 2011
  • Juara Singapura Open Super Series 2011
  • Juara SEA GAMES 2011
  • Juara Kumpoo Macau Open 2011
  • Juara Yonex All England Badminton Championships 2012
  • Juara Swiss Open 2012
  • Juara India Open Super Series 2012
  • Semi final Olympics 2012
  • Juara Indonesia Open GPG 2012
  • Juara Kumpoo Macau Open Badminton Championships 2012
  • Juara Yonex All England Badminton Championships 2013
  • Juara Yonex Sunrise India Open Super Series 2013
  • Juara Li-Ning Singapore Open Super Series 2013
  • Juara BWF World Championship 2013
  • Juara Victor China Open Super Series Premier 2013
  • Juara Yonex All England Badminton Championships 2014
  • Juara OUE Badminton Singapore Open 2014
  • Juara French Open Super Series 2014
  • Juara Badminton Asia Championships 2015