Sabtu, 02 November 2013

PASAR FAKTOR PRODUKSI


PEMBAHASAN
   
I. KONSEP DASAR PERMINTAAN TENAGA KERJA

                Beberapa konsep dasar yang harus diketahui untuk analisis faktor produksi adalah :

·         Faktor Produksi Sebagai Permintaan Turunan (Devired Demand)
            Permintaan terhadap suatu barang dikatakan sebagai permintaan turunan (devired demand) bila permintaan terhadap barang tersebut sangat tergantung pada permintaan terhadap barang lain. Bahan bakar minyak (BBM) dikatakan permintaan turunan, karena permintaan terhadapnya sangat tergantung pada permintaan terhadap mobil. Secara umum, permintaan terhadap BBM meningkat bila permintaan terhadap mobil meningkat.

·         Faktor Produksi Substitusi dan Komplemen (Substitutable and Complement Input)
            Hubungan antar faktor produksi dikatakan bersifat substitusi bila penambahan penggunaan faktor produksi yang satu mengurangi penggunaan faktor produksin yang lain. Mesin merupakan substitusi tenaga kerja bila penambahan penggunaan mesin mengurangi penggunaan tenaga kerja (manusia). Sebaliknya mesin dan tenaga kerja dapat memiliki hubungan yang bersifat komplemen, bila penambahan penggunaan mesin menambah penggunaan tenaga kerja.

·         Hukum Pertambahan Hasil Yang Makin Menurun (Law of Diminishing Return)
            Sama halnya dengan konsumsi, penambahan penggunaan faktor produksi pada awalnya juga memberikan tambahan hasil yang besar, namun makin lama dengan tingkat pertambahan yang makin menurun. Misalnya dalam proses pengolahan lahan untuk penanaman palawija. Untuk satu hektar lahan, umumnya diselesaikan dalam 150 hari kerja orang (HKO). Semakin banyak tenaga kerja yang digunakan, pengolahan lahan semakin cepat selesai.

·         Efek Substitusi dan Efek Output (Substitution and Output Effect)
            Analisis efek substitusi (substitution effect) dalam pasar faktor produksi, analogis dengan efek substitusi pada teori perilaku konsumen. Jika terjadi kenaikan harga sebuah faktor produksi, maka penggunaan input tersebut dikurangi. Untuk menjaga tingkat output (pada isokuan yang sama), perusahaan menggunakan lebih banyak faktor produksi lain yang harganya relatif lebih murah.


II. FUNGSI PRODUKSI DAN PRODUK MARJINAL TENAGA KERJA


            Fungsi produksi (production function) untuk menggambarkan hubungan antara jumlah input yang digunakan dalam produksi dan jumlah hasil produksi. Input dalam contoh ini adalah “pemetik apel” dan hasil produksi ialah “buah apel” sedangkan input yang lainnya bernilai tetap untuk saat ini.

Produk marjinal tenaga kerja (marginal product of labor, MPL) adalah  jumlah output tambahan yang didapat perusahaan dari satu unit tenaga kerja tambahan dengan modal tetap,digambarkan dengan fungsi produksi:

MPL = F (K, L + 1) - F(K, L)

Sebagian besar fungsi produksi memiliki sifat produk marjinal menurun (diminishing marginal product) yaitu dengan modal tetap, produk marjinal tenaga kerja menurun bila jumlah tenaga kerja meningkat. Berikut ini adalah tabel yang menggambarkan kondisi perusahaan apel tersebut.



Grafik 1. Fungsi Produksi Perusahaan Apel

·         Nilai Produk Marginal dan Permintaan Tenaga Kerja

            Nilai produk marginal (value of the marginal product) dari input apa pun adalah produk marginal dari input itu dikalikan dengan harga hasil produksi di pasar. Karena harga pasar tetap pada perusahaan kompetitif, nilai produk marginal (seperti produk marginal itu sendiri) akan menurun jika pekerja meningkat. Para ekonom kadang-kadang menyebut dengan produk pendapatan marginal perusahaan, yaitu pendapatan tambahan yang diperoleh perusahaan dengan mempekerjakan satu unit tambahan faktor produksi (dalam hal ini tenaga kerja).

            Pada perusahaan yang dicontohkan yaitu perusahaan apel, anggaplah upah pasar bagi pemetik apel adalah $500 per minggu. Pada kasus ini, seperti yang tercantum pada Tabel 1 bahwa pekerja pertama di perusahaan menguntungkan karena pekerja pertama menghasilkan pendapatan perusahaan $1000 atau keuntungan sebesar $500. Pekerja kedua menghasilkan pendapatan tambahan sebesar $800 atau keuntungan $300 dan pekerja ketiga menghasilkan pendapatan tambahan sebesar $600 atau keuntungan sebesar $100. Namun, setelah pekerja ketiga menambah pekerja tidak akan memberikan keuntungan lagi karena pekerja keempat hanya memberikan tambahan pendapatan sebesar $400 padahal biaya upah $500 sehingga perusahaan justru rugi $100.


            Kurva ini menurun karena produk marginal tenaga kerja berkurang ketika jumlah pekerja meningkat. Pada Grafik 2 terdapat garis horisontal yang menunjukkan upah pasar. Untuk memaksimalkan keuntungan, perusahaan akan terus menambah pekerja hingga tercapai titik dimana kedua kurva berpotongan. Di bawah tingkat ini, nilai produk marginal melampaui upah, sehingga menambah pekerja akan meningkatkan keuntungan. Sedangkan jika di atas tingkat ini, nilai produk marginal lebih kecil dari upah sehingga pekerja marginal tidak mendatangkan keuntungan. Dengan demikian, sebuah perusahaan yang kompetitif dan memaksimalkan keuntungan menambah terus pekerjanya hingga titik dimana nilai produk marginal tenaga kerja sama dengan upah. Kurva nilai produk marginal merupakan kurva permintaan tenaga kerja bagi sebuah perusahaan kompetitif yang memaksimalkan keuntungan.


III. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN TERHADAP FAKTOR PRODUKSI TENAGA KERJA


a)      Harga Faktor Produksi
            Yang dimaksud dengan harga faktor produksi adalah upah dan gaji untuk tenaga kerja atau sewa untung barang modal dan tanah. Jika faktor produksi bersifat normal,makin murah harganya, makin besar jumlah yang diminta. Dalam kasus khusus, turunnya harga faktor produksi justru menurunkan jumlah yang diminta. Atau pada saat harganya naik, permintaannya justru meningkat.

b)     Permintaan Terhadap Output
            Makin besar skala produksi, makin besar permintaan terhadap input. Kecuali input tersebut telah bersifat inferior.

c)      Permintaan Terhadap Faktor Produksi Lain
         Misalnya, permintaan terhadap faktor produksi substitutif (mesin) meningkat, maka permintaan terhadap tenaga kerja menurun. Bila tenaga kerja dan mesin mempunyai hubungan komplemen, meningkatnya permintaan terhadap mesin meningkatkan permintaan terhadap tenaga kerja.

d)     Harga Faktor Produksi Yang Lain
            Pengaruh perubahan harga suatu faktor produksi terhadap permintaan faktor produksi lainnya sangat berkaitan dengan sifat hubungan antar faktor produksi. Permintaan terhadap suatu faktor produksi akan meningkat, bila harga faktor produksi substitusinya makin mahal. Permintaan terhadap faktor produksi akan menurun, jika harga faktor produksi komplemennyan makin mahal.

e)      Kemajuan Teknologi
            Kemajuan teknologi mempunyai dampak yang mendua terhadap permintaan faktor produksi. Dalam arti kemajuan teknologi dapat menambah atau mengurangi permintaan terhadap faktor produksi. Jika kemajuan teknologi meningkatkan produktivitas maka permintaan terhadap faktor produksi meningkat. Kemajuan tekonologi yang bersifat padat modal meningkatkan produktivitas barang modal, sehingga permintaan terhadapnya menigkat. Sebaliknya kemajuan tersebut menurunkan permintaan terhadap tenaga kerja, bila hubungan keduanya substitutif. Kemajuan teknologi dapat meningkatkan permintaan terhadap tenaga kerja, bila kemajuan tersebut meningkatkan produktivitas tenaga kerja.


IV. PENAWARAN TENAGA KERJA

            Penawaran tenaga kerja adalah jumlah tenaga kerja yang dapat disediakan oleh pemilik tenaga kerja pada setiap kemungkinan upah dalam jangka waktu tertentu.

A.    TRADEOFF ANTARA WAKTU KERJA DAN WAKTU LUANG
              Tradeoff adalah situasi dimana seseorang harus membuat keputusan terhadap dua hal atau mungkin lebih, mengorbankan salah satu aspek dengan alasan tertentu untuk memperoleh aspek lain dengan kualitas yang berbeda. Penawaran tenaga kerja muncul dari tradeoff antara waktu kerja dan waktu luang yang dimiliki seseorang. Kurva penawaran tenaga kerja mencerminkan bagaimana keputusan para pekerja mengenai tradeoff antara tenaga kerja dan waktu luang merespons perubahan biaya kesempatannya. Kurva penawaran tenaga kerja yang kemiringannya positif menandakan bahwa masyarakat merespons peningkatan upah dengan cara menikmati waktu luang yang lebih sedikit dan jam kerja yang lebih banyak.

B.     FAKTOR PENYEBAB BERGESERNYA KURVA PENAWARAN TENAGA KERJA
              Kurva penawaran tenaga kerja mengalami pergeseran setiap kali masyarakat mengubah jumlah jam kerja sesuai keinginan mereka pada tingkat upah tertentu. Adapun beberapa hal yang menyebabkan kurva penawaran tenaga kerja mengalami pergeseran adalah sebagai berikut:

       PERUBAHAN SELERA
              Pada tahun 1950, hanya 34% wanita yang mencari pekerjaan, angka ini meningkat menjadi 60% pada tahun 2000. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah perubahan selera, atau sikap terhadap pekerjaan. Pada tahun 1950 merupakan hal yang wajar apabila seorang wanita hanya tinggal di rumah sambil mengasuh anak, tetapi saat ini lebih banyak ibu rumah tangga yang memilih untuk bekerja, dan akibatnya terjadilah peningkatan penawaran tenaga kerja.

       PERUBAHAN KESEMPATAN ALTERNATIF
               Penawaran tenaga kerja pada setiap pasar tenaga kerja bergantung pada                  kesempatan yang tersedia pada pasar tenaga kerja lainnya.

       IMIGRASI
                Perpindahan pekerja dari suatu wilayah ke wilayah lain, atau dari suatu negara ke negara lain, merupakan penyebab nyata dari pergeseran penawaran tenaga kerja.



V. KESEIMBANGAN/EKUILIBRIUM PASAR TENAGA KERJA


            Analisis Keseimbangan /Equilibrium Dalam Sistem Ekonomi. Kata Equilibrium sebenarnya diadopsi dari bahasa latin aequilībrium yang berawalan aequi yang berkonotasi equi, dan lībra yang bermakna seimbang (balance), stabil, tidak bergerak, dan/atau tidak berubah. Dalam bahasa Indonesia, equilibrium biasanya diterjemahkan sebagai keseimbangan (atau kesetimbangan). Keseimbangan atau equilibrium artinya suatu keadaan dimana tidak terdapat suatu kekuatan yang dapat menyebabkan terjadi perubahan keadaan dipasar dapat dikatakan dalam keseimbangan apabila jumlah yang disupplay para penjual pada suatu tingkat harga tertentu adalah sama dengan jumlah yang diminta para pembeli pada harga tersebut. Dengan demikian harga suatu barang dan jumlah yang diperjual belikan ditentukan dengan melihat keseimbangan suatu pasar

A.    EQUILIBRIUM MENURUT EKONOMI
             Menurut Adam Smith (1723-1790), keseimbangan (atau kondisi equal(ity)) terjadi apabila tenaga kerja secara terus-menerus berusaha mencari exchangeable value (nilai tukar) dalam dirinya dalam interaksinya dengan industri, dan pada saat yang sama industri/kapital juga beroperasi berdasarkan advantages employment (keuntungan kerja). Thomas Robert Malthus (1766-1834) juga mengenal sesuatu yang dalam bahasa kekinian dinamakan keseimbangan, yang ditimbulkan oleh pergulatan dua countervailing forces yang saling berseberangan. David Ricardo (1772-1823) juga bercerita sesuatu seperti equlibrium point, yaitu ketikatambahan jumlah modal dan tambahan tenaga kerja dalam pengelolaan tanah, sama dengan tambahan rent yang dihasilkan dari pengelolaan tanah tersebut.

B.     HARGA PASAR/HARGA KESEIMBANGAN (EQUILIBRIUM)
             Harga adalah kemampuan suatu barang/jasa yang dinyatakan dengan uang. Dengan adanya harga, orang menjadi mudah dalam melakukan tukar-menukar dan kita dapat membandingkan nilai barang. Harga pasar adalah harga yang disepakati oleh penjual dan pembeli pada saat terjadinya transaksi. Harga pasar sering disebut juga harga keseimbangan sebab harga tersebut terjadi setelah ada keseimbangan antara permintaan dan penawaran barang.


VI. KESEIMBANGAN DI PASAR TANAH DAN MODAL

1.      PASAR TANAH
Semua perusahaan membutuhkan tanah minimal untuk kedudukan perusahaan tersebut. Sejalan dengan perkembangan dunia produksi dan jumlah penduduk, kebutuhan tanah semakin lama semakin meningkat, sedangkan penawaran tanah cenderung bersifat tetap. Oleh karena itu, kurva penawaran tanah akan berbentuk garis lurus vertikal (inelastis sempurna). Hubungan antara permintaan dan penawaran tanah dapat dilihat sebagai berikut.

Selain faktor permintaan dan penawaran, tinggi rendahnya harga tanah juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti berikut.
Ø  TINGKAT KESUBURAN TANAH
            Semakin subur tanah tersebut semakin tinggi harganya, begitu pula sebaliknya.
Ø  LETAK KESUBURAN TANAH
                        Letak tanah yang strategis baik untuk produksi maupun permukiman cenderung memiliki harga yang lebih tinggi, juga sebaliknya. Ini disebabkan tanah yang letaknya strategis cenderung memberikan harapan untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.
Ø  STATUS KEPEMILIKAN TANAH BERDASARKAN SERTIFIKASI
                        Ada dua kemungkinan status kepemilikian tanah, yaitu hak milik atau hak guna bangun. Tanah yang berstatus hak milik cenderung memiliki harga lebih tinggi dibandingkan tanah berstatus hak guna bangun.

2.      PASAR MODAL
Manfaat pasar modal adalah sebagai berikut:
a)      Mempermudah pengusaha yang kekurangan modal untuk mendapatkan modal yang sehat dan tidak mengikat.
b)      Memperlancar perluasan produksi yang dilakukan oleh perusahaan.
c)      Membantu perusahaan atau masyarakat yang kelebihan dana untuk memanfaatkannya dalam kegiatan yang produktif sehingga tidak terjadi pengangguran dana (idle mone).
d)     Membantu pemerintah dalam menghimpun dan mengerahkan dana masyarakat untuk membiayai pembangunan nasional.
Untuk membina pelaksanaan pasar modal, dibentuk Badan Pembina Pasar Modal (BPPM) yang terdiri dari:
a)      Menteri Keuangan sebagai ketua merangkap anggota
b)      Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara/Wakil Ketua   BAPPENAS sebagai wakil ketua merangkap anggota
c)      Menteri Perdagangan sebagai anggota
d)     Sekretaris Kabinet sebagai anggota
e)      Gubernur Bank Indonesia sebagai anggota
f)       Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal sebagai anggota

DAFTAR PUSTAKA
  
Ø http://pajricikadu.blogspot.com/2011/12/pasar-input.html
Ø Pengantar Ilmu Ekonomi (mikro & makro ekonomi) Edisi ke 3 (Prathama Rahardja & Mandala Manurung)
Øhttp://www.scribd.com/doc/117496251/analisis-keseimbangan-equilibrium-dalam-system-ekonomi
Ø http://www.pendidikanekonomi.com/2012/06/penawaran-tenaga-kerja.html
Ø http://vitrievi.blogspot.com/2011/12/konsep-dasar-permintaan-tenaga-kerja.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar